Timun Emas
Ulasan cerita Timun Emas
Timun mas merupakan salah satu cerita rakyat Indonesia yang sangat populer. Cerita ini ditulis ulang oleh Tira Ikranegara. Cerita ini memiliki tiga (3) tokoh cerita, yaitu Timun Emas, mbok Rondo, dan raksasa. Cerita ini mengambil tema Keberanian dan ketabahan dalam melawan kejahatan.
Diceritakan ada seorang janda tua bernama mbok Rondo yang tinggal sendirian di daerah pedesaan yang sunyi, mbok Rondo memiliki sifat yang murah hati, baik, kerja keras, mandiri, tanggung jawab, dan sayang kepada anak hasil dari Timun yang di tanam. Suatu hari di pedesaan yang sunyi mbok Rondo sangat kesepian karena hanya hidup sendiri di pedesaan tanpa ada yang menemani.
Dalam mimpinya, Mbok Rondo didatangi sesosok raksasa yang menyuruhnya pergi mengambil sebuah bungkusan di bawah pohon besar di hutan tempat biasanya ia mencari kayu bakar. Saat terbangun di pagi hari, Mbok Rondo hampir tidak percaya dengan mimpinya semalam. Namun, Mbok Rondo berusaha menghilangkan keraguan hatinya, dengan penuh harapan, dia bergegas menuju ke hutan yang ditunjuk oleh raksasa itu.
Mbok Rondo yang terkejut karena isi bungkusannya hanya sebutir biji timun. Lalu Mbok Rondo yang ketakutan bertemu raksasa dan membuat perjanjian dengannya raksasa itu menyuruhnya untuk "segera tanam biji timun itu, nanti kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Karena anak itu akan ku jadikan santapanku", ujar raksasa itu. Mbok Rondo menyetujui itu karena begitu besar keinginannya untuk memiliki anak.
Ia pun menanam biji timun dan merawatnya dengan baik. Dua bulan kemudian,tanaman itu pun mulai berbuah. Namun anehnya, tanaman timun itu hanya berbuah satu. Semakin hari buah timun menjadi semakin besar melebihi buah timun pada umumnya, warnanya pun sangat berbeda, karena berwarna kuning keemasan. Ketika membelah buah timun itu, ia melihat seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Saat akan menggendongnya, bayi itu tiba² menangis.
Timun Emas sangat disayang mbok Rondo dan tumbuh menjadi perempuan cantik yang cerdas serta sifatnya yang baik. Alangkah bahagianya hati mbok Rondo mendengar suara tangisan bayi yang sudah lama dirindukannya itu. Ia memberi nama bayi itu Timun Mas.
Mbok Rondo sedih karena kembali didatangi oleh raksasa dalam mimpi yang memberi pesan akan menjemput timun Mas, hatinya pun menjadi sedih,karena ia akan berpisah dengan anak yang sangat disayanginya, ia baru menyadari bahwa raksasa itu ternyata adalah raksasa yang jahat.
Karena didesak, akhirnya mbok Rondo menceritakan asal usul Timun Mas yang dirahasiakan selama ini. Timun Mas yang kaget dan tidak mau berpisah dengan mbok rondo akhirnya ia pun mencari cara. Timun mas berpura pura sakit agar mbok rondo bisa mengulur waktu untuk mencari cara anaknya dapat selamat. Mbok Rondo kembali menemukan cara untuk menyelamatkan timun mas dari raksasa dengan meminta bantuan
Pada keesokan harinya, Mbok Rondo bertemu dengan pertapa di gunung untuk meminta bantuan. Keesokan harinya,pagi pagi sekali, berangkatlah mbok Rondo ke gunung itu. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyampaikan maksud kedatangannya. Mbok Rondo pun menceritakan masalah yang sedang dihadapi anaknya. Mendengar cerita Mbok Rondo, pertapa itu pun bersedia membantu. Sang Pertapa memberikan empat buah bungkusan kecil yang berisi senjata untuk melawan raksasa.
Setelah mendapatkan penjelasan dari pertapa,mbok Rondo pulang membawa keempat bungkusan tersebut. Setiba di gubuknya, Mbok Rondo menyerahkan keempat bungkusan itu dan menjelaskan tujuannya kepada Timun Mas. Kini, hati Mbok Rondo mulai agak tenang. Raksasa yang kembali datang untuk menagih janjinya, Mbok Rondo kemudian menyuruh Timun Mas keluar gubuk. Mbok rondo tidak gentar lagi menghadapi ancaman itu. Dengan tenang,ia memanggil Timun Mas agar keluar dari dalam gubuk. Tak berapa lama, Timun Mas pun keluar lalu berdiri disamping ibunya. Timun Mas berlari sekencang-kencangnya karena dikejar oleh raksasa, ia pun mengeluarkan senjata pertama.
Setelah berjalan jauh, timun mas mulai kecapaian, sementara raksasa itu semakin mendekat. Akhirnya, ia pun mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu. Pertama-tama timun mas menebarkan biji timun yang diberikan ibunya. Sungguh ajaib, hutan di sekelilingnya tiba tiba berubah menjadi ladang timun. Timun Mas mengeluarkan dua senjata lainnya dan raksasa jahat masih mengejarnya dengan mudah, timun mas pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas. Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah.
Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa satu. Dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Alhasil raksasa itu terkalahkan karena tercebur ke dalam lautan lumpur dan tewas seketika. Maka selamatlah Timun Emas dari kejaran dan santapan raksasa itu Dengan sekuat tenaga, Timun Mas berjalan menuju ke gubuknya untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat, Mbok Rondo pun langsung berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sejak itu, Mbok Rondo dan Timun Mas hidup berbahagia.
Menurut saya, cerita yang ditulis Tira ini cukup menarik. Tokoh-tokohnya digambarkan dengan jelas. Rangkaian peristiwanya juga menarik. Selain itu, kita dapat mengambil pelajaran bahwa keberanian dan ketabahan dalam melawan kejahatan.



Komentar
Posting Komentar